Alright, here's the thing.
As we all know, band indie di Jakarta sekarang lagi menjamur.
Bagi yang ngga tau, silakan lihat di Myspace berapa banyak band Indonesia yang ada.
Alirannya bervariasi : southern-rock, hardcore, grindcore, powerpop, screamo, you name it.
Sayangnya, belum ada yang namanya dangdutcore atau campursaricore.
Oh, well, I'm not gonna talk about that, actually..
Nah!
Dengan menjamurnya band indie, mungkin banyak orang bilang "bagus dong, berarti dunia musik kita maju.."
Tapi..
Apa iya?
Mengutip omongan Ixan dari band Failing Forward di http://blogs.myspace.com/index.cfm?fuseaction=blog.view&friendID=51100307&blogID=465386928 mengenai indie scene di Jakarta yg mulai berkurang kualitasnya :
-(tidak) Tepuk tangan!
Untuk penonton, jadilah penonton yang jujur. Tepuk tangan kalau bagus,tidak usah tepuk tangan kalau 'tidak bagus'. Kenapa? Banyak band yangbelum tau cara menyetem gitar dan vokalnya yang pas-pasan (baca:fales), diapreasiasi lebih dari yang seharusnya. Anggap saja saya sedikit iri, tapi itu tidaklah tepat. Diharapkan dengan tidak didukungnya band-band yang bermain 'tidak bagus' maka jumlahnya pun dapat ditekan. Tidak menutup kemungkinan band yang dulunya kurang bagus setelah di 'shock therapy', di kemudian hari menjadi sangat amat bagus. Who knows?
Hal yang sama seharusnya diaplikasikan juga dalam mengomentari lagu orang di Myspace.
Gue bingung ketika gue mendengarkan lagu beberapa band yang mana menurut gue jelek and I really mean JELEK, karena suara vokalisnya kayak kambing lagi sakaratul maut pas Idul Adha. What surprised me was komentar dari band lain bernada, "lagu lo bagus!" atau "gila lagu kalian keren banget" atau kalimat-kalimat senada lainnya.
Gini, gue cuma penikmat musik, gue bukan player di band, tapi gue juga punya sense of music, which I believe, cukup bagus. Selain itu, gue tidak tuli. Despite the fact bahwa kerap kali gue berdiri di dekat sound system ribuan watt, tapi gue tidak tuli. Gue bisa bedain mana lagu yang KEREN dan mana lagu yang JELEK. Gue bisa bedain mana scream yang bagus dengan vokal yang bulat dan mana scream yang kayak kambing sakaratul maut.
Kalau gue yang ibaratnya cuma penikmat musik bisa membedakan seperti itu, kenapa mereka yang player ngga bisa?
Kenapa mereka ngga bisa membedakan yang bagus dan yang jelek?
Yang komentar-komentar menjilat itu player loh. They supposed to have good senses of music. Mereka seharusnya ngerti musik.
Kenapa sih harus faking it as if those bands were good when actually they're not good at all?
Kenapa sih harus menjilat?
Apa mereka pegang prinsip "sebelum dihormati, hormatilah orang lain" terus berharap dengan memuji band lain, mereka akan dipuji juga?
Yeeeeee, salah aplikasi kali!
Mau indie scene kita maju?
Mau dunia musik kita lebih berkualitas?
Tell the truth dong! Be honest!
Kalau band jelek terus-terusan dijilat dan dibilang bagus, kapan mereka sadar bahwa kualitas mereka masih pas-pasan?
Bagi anak band yang membaca ini, gue harap tulisan gue ini dapat sedikit mengubah cara berpikir lo.
Mungkin juga mengubah cara lo mengomentari lagu orang.
Layout Myspace boleh bagus deh, tapi itu bukan jaminan bahwa kualitas musiknya bagus juga.
Showing posts with label fake. Show all posts
Showing posts with label fake. Show all posts
Wednesday, April 1, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)