Sepanjang perjalanan pulang ke rumah dari kampus, gue melamunkan hal yang gue tulis di bawah ini.
Dua malam lalu, Glenn Fredly manggung di acara fakultas gue.
Ketika memperkenalkan anggota band-nya satu per satu, Glenn bilang "give some love for ..... "
Suatu term yang berbeda dengan musisi lainnya yang biasa bilang "give some applause for ..... "
Glenn menggunakan term "give some love".
Ketika Glenn bilang "give some love", crowd bertepuk tangan, memberikan applause.
Applause adalah suatu bentuk apresiasi dari crowd terhadap para performer yang telah bermain dengan sangat awesome.
Berarti, kesimpulan yang dapat ditarik adalah begini :
love = applause = appreciation
Ketika Glenn bilang "give some love" berarti that means "give some appreciation". Nah, appreciation tersebut bisa berbentuk applause.
Apa yang ingin gue bahas adalah, pernah ngga kita give some love ke diri kita sendiri?
Belajar mengapresiasi diri sendiri sama sekali ngga salah loh. Karena gimana pun juga, diri kita sendiri butuh apresiasi atas apa yang telah kita kerjakan.
Contoh simple : hari ini gue berhasil menyelesaikan beberapa tugas kuliah setelah mendekam di perpus kampus berjam-jam. I said to myself, "good job, Val!" and I believe that it's a form of appreciation, a form of love, that I give for myself.
Tidak ada yang salah dengan mengapresiasi diri sendiri, karena itu merupakan bentuk cinta lo kepada diri lo sendiri. Dengan begitu, lo belajar untuk menghargai diri lo sendiri.
Give some love for yourself. You know you do deserve that, especially after hours of working so hard.
And after that, don't forget to give some love for others :)
Showing posts with label love. Show all posts
Showing posts with label love. Show all posts
Monday, May 11, 2009
Monday, October 27, 2008
Love Is Never About Math
Terkadang, tanpa kita sadari, kita suka berhitung dengan pacar kita.
Tanpa kita sadari, kerap kali kita bilang "kenapa sih mesti aku terus yang nelfon kamu? kenapa aku terus yang mesti bolak-balik isi pulsa tiap bulan buat nelfon kamu?" yang akan berlanjut ke "kenapa aku terus yang begini? kenapa aku terus yang begitu? kenapa aku terus yang blablabla?"
Kita terus menghitung, menghitung, dan menghitung.
Padahal, love is never about math.
Padahal, kita bisa cukup dengan sopan bilang "gantian telfon aku dong..."
Instead of saying "aku tuh udah ngurus ini itu, aku capek tau ngga! aku terus yang begini! aku terus yang begitu! aku terus yang blablabla" kita cukup utarakan keinginan kita dengan sopan, "pacar, gantian doongg.. kamu yang urus yaa.. hehe.."
Atau mungkin banyak orang yang menahan diri untuk ngga SMS atau ngga telfon pacarnya duluan karena ingin di-contact duluan sama pacarnya.
Atau mungkin ada juga orang yang menahan diri ngga nge-contact pacarnya dengan perhitungan "ah tadi gue udah nelfon dia jam 1... berarti logisnya gue telfon dia 6 jam lagi.."
Sekali lagi, love is never about math.
Cinta itu masalah rasa. Jadi, ngga usah pake itung-itungan.
Jangan pernah berhitung dengan pacar karena ketika sudah mulai berhitung dengan pacar, semuanya jadi terasa useless dan ngga ikhlas.
Well, ngga cuma sama pacar sih, tetapi sama temen juga, terutama orang tua.
Adalah gila ketika lo bilang "ma, aku capek deh mesti ngabarin mama terus tiap aku pergi".
Emangnya lo pernah denger nyokap lo bilang "aku capek deh mesti sayang sama kamu dari kamu lahir" ke lo?
Ngga kan?
So, get the point?
Tanpa kita sadari, kerap kali kita bilang "kenapa sih mesti aku terus yang nelfon kamu? kenapa aku terus yang mesti bolak-balik isi pulsa tiap bulan buat nelfon kamu?" yang akan berlanjut ke "kenapa aku terus yang begini? kenapa aku terus yang begitu? kenapa aku terus yang blablabla?"
Kita terus menghitung, menghitung, dan menghitung.
Padahal, love is never about math.
Padahal, kita bisa cukup dengan sopan bilang "gantian telfon aku dong..."
Instead of saying "aku tuh udah ngurus ini itu, aku capek tau ngga! aku terus yang begini! aku terus yang begitu! aku terus yang blablabla" kita cukup utarakan keinginan kita dengan sopan, "pacar, gantian doongg.. kamu yang urus yaa.. hehe.."
Atau mungkin banyak orang yang menahan diri untuk ngga SMS atau ngga telfon pacarnya duluan karena ingin di-contact duluan sama pacarnya.
Atau mungkin ada juga orang yang menahan diri ngga nge-contact pacarnya dengan perhitungan "ah tadi gue udah nelfon dia jam 1... berarti logisnya gue telfon dia 6 jam lagi.."
Sekali lagi, love is never about math.
Cinta itu masalah rasa. Jadi, ngga usah pake itung-itungan.
Jangan pernah berhitung dengan pacar karena ketika sudah mulai berhitung dengan pacar, semuanya jadi terasa useless dan ngga ikhlas.
Well, ngga cuma sama pacar sih, tetapi sama temen juga, terutama orang tua.
Adalah gila ketika lo bilang "ma, aku capek deh mesti ngabarin mama terus tiap aku pergi".
Emangnya lo pernah denger nyokap lo bilang "aku capek deh mesti sayang sama kamu dari kamu lahir" ke lo?
Ngga kan?
So, get the point?
Subscribe to:
Posts (Atom)